Rabu, 28 Desember 2011

Histeria

Aku tak mengerti kenapa mereka berdua berpenampilan seperti itu. Kulit hitam-sangat hitam- kusut, kaos hitam, rambut moha dicat merah, lengkap dengan logam2 besar yang bergelantungan di kepala hingga ujung kaki. “Punk”. Begitulah istilah anak jaman sekarang.
Ya, mereka tergelak-entah karena apa- dengan sebuah gitar kecil, atau yang orang jawa bilang ‘kentrung/kecruk/okulele’. Yang jelas mereka pastilah anak-anak pengamen jalanan.
Hatiku miris melihat mereka. Mereka berdua hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak generasi penerus bangsa yang larut dalam budaya baru, budaya asing, yang begitu mereka gandrungi tanpa tahu apa maksud dan tujuannya. Di perempatan perempatan yang lain, akan masih banyak punker punker yang lain. Lalu tanyalah mereka, bagaimana sejarah dan arti dari sebuah komunitas punk. Mereka tak akan tau. Yang mereka tau adalah berpenampilah keren (setidaknya menurut mereka), merasa bebas berekspresi.
Aku teringat tujuh-delapan tahun lalu, ketika aku masih aktif di sebuah komunitas music kampus. Dan seperti sebagian besar anak anak music pada saat itu, aku dan teman-tamanku pun berpenampilan layaknya rocker. Gondrong, plus celana bolong. Namun aku selalu bilang pada orang orang di komunitasku bahwa kita boleh berpenampilan apa pun, asal terawatt, tejaga, dan tetap punya kualitas sebagai manusia, punya misi hidup. Tidak sekedar asal asalan dan ikut ikutan.
Dan sekali lagi aku tak mengerti kenapa dua remaja itu berpenampilan seperti itu. Kenapaa juga kulitnya bisa sehitam orang orang afrika. Apakah mereka tau makna dibalik rantai besasr yanag melingkar di celana jeans mereka. Apakah mereka tau makna dari gaya rambut moha dicat merah? Apakah mereka tau makna dari …..
Namun kemudian pikiranku beralih pada fenomena lain. Kalau anak anak jalanan itu, mereka hanyut dalam budanya dandanan ala punk. Di belahan strata social yang lain, generasi geneasi penerus bangsa ini, terutama yang dari kalangan menengah ke atas, terutama kaum hawa, mereka hanyut, tenggelam, dalam hysteria ketampanan dan pesona aktor aktor korea. Tidak hanya anak anak kuliah atau SMA. Bahkan anak anak SD dan satri santri pesantren pun, tak kalah hebohnya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar