Tak ada yang perlu dibicarakan antara rumpun bambu dan keladi yang masih menghijau beberapa minggu lalu. Sebab inilah putaran waktu. Sebab bumi bulat. Sebab kepala dan perut manusia juga bulat. Maka segala bentuk catatan akan berubah judul dan episodenya. Di kanfas goresan warna membentuk garis aragaris yang berbeda pula. Sebab kemarau sudah berlalu, dan hujan tak lagi lama menunggu. Maka tak ada yang perlu dibicarakan lagi antara ilalang dan rumpun bambu tentang waktu yang tiba. Tentang tajamnya bilah parang yang menebas skenario pematang sawah.
Tak ada yang perludibicarakan lagi antara ilalang dan rumpun bambu. Sebab mereka telah terkulai. Dan siap dibilah menjadi rajutan dinding-dinging rumah. Sebab bumi tempat tumbuh dan berdiri, akan disulap menjadi dinding beton dengan akar-akar investasi tingkat tinggi.
Namun beginilah selalu cerita putaran waktu. Dan tak ada lagi yang perlu dibicarakan antara padang ilalang dan rumpun bambu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar